Sabtu, 20 Juli 2019

Kita iris fajar itu, Tuan

Kau lihat fajar di sana, Tuan? Kita akan kejar fajar itu sampai dekat. Kita iris sedikit sinarnya lalu kita titipkan untuk masa depan kita. Tidak, itu bukan kriminal, Tuan. Fajar itu membagi cahayanya untuk siapa saja. Hanya saja manusia terlalu angkuh untuk meminta. Mereka selalu mencari cahaya lain dan abai pada yang sudah ada. Maka kita akan melakukannya dengan cara yang sederhana.

Jangan khawatir akan malam, fajar yang kita iris pada saat itu akan kita bagi pada rembulan. Kita akan bahagia, Tuan. Kau percaya kan?
Ngomong-ngomong, sekarang kau ada di mana?
Aku harap kau cepat menemukan jalan untuk menemuiku.
Aku harap tulisanku ini tidak bisu.
Aku harap tulisanku ini bisa meraihmu.
Sampai jumpa, pangeranku.
Aku akan mengejar sembari menunggu.

#NaungResah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar