Senin, 24 April 2023

Mendamba Temu

rinduku membusuk

tergeletak membiru mengabu

ditimbun percaya yang kian luruh

dari sejuta rindu palsu yang kau layangkan padaku
masihkah temu menjadi tuju?

atau hanya agar aku beku di sisimu

menghamba pada harap yang lebur
dalam setiap kata manis yang lucu

haruskah potret kita hanya terwujud dalam bayangan semu?

memutar kembali kenangan lampau

tanpa tanganku dapat menyentuhmu
tanpa rasaku dapat menjangkaumu

Rabu, 16 November 2022

Beach Date

You took me by the hand

And we walk across the beach

Everything feels like a fairytale

The sun shines through your hair

As you let my fingers run through them

Cast the feeling I can't bear

Then you put a smile on your face

It's like a finest crime

To mess my mind

And when you say you love me

It always feels like the first time

All these butterflies

They never die

Sabtu, 05 November 2022

Harap

Di tepi pantai

Di sisi yang landai

Lenganmu di pundakku

Dan hatiku di genggamanmu


Ombak terpecah karang

Tangis terpecah kata

Tawa terpecah canda

Dan yang menyatu adalah kita


Mendung di langit cerah di wajahmu

Mengundang hujan sebagai tamu

Ada sesuatu dari rintik pertamanya

Jatuh di pucuk rambut hitammu yang terbakar merah matahari

Membiaskan badai menjadi musim semi

Meramu senyummu mencipta mentari

Basah di kepala teduh di hati


Lahirlah tarian di atas bekas luka

Sambut bahagia yang akan menetap

Dari seribu hujan yang pernah kita terjang

Akankah ada harap untuk selamanya?

Minggu, 18 September 2022

Mental Health Tai Kucing


semuanya pecah
di mata dan di dada
peran antagonis sudah sirna
ia menyatu dengan kepala
bising di pikir memukul jantung
raga tegak dipaksa bersimpuh
memohon sembuh
dari hancur yang tak bisa dipungut
dari lebur yang tak bisa dipeluk

Jumat, 10 Desember 2021

Kenang Malam

Selamat malam dingin

Dari hangat yang tersisa oleh kata

Dan buih yang mendidih di ujung peluk
Sirna seiring angin yang melepasmu
Ada nafas yang bersatu dengan udara
Pada jalan-jalan kota
Tempat yang pernah ada kita

Lampu jalan berpijar
Menyorot langkah yang semakin pudar
Jauh dimakan waktu
Waktu dimakan kisruh
Antar aku dan noda jejak sepatumu
Sama merekatnya pada titik nol kota ini

Serobek tawa oleh canda menggenang
Memotret kamu dalam kenang

Hampa yang tersisa menghamba
Dalam setiap puisi terus melapuk
Diputarnya kita sebagai ilusi
Berpayung mantra untuk kembali

Bodoh
Bodoh yang diam-diam aku kehendaki dalam amin

Minggu, 30 Mei 2021

Screw

It's been a really long time since we met
You finally found someone that gave you butterflies
The way I did in the past
You moved on really fast and left me in the mess
Thinking I could do it all by myself
When I already gave you my half
Oh how I wish I did not
Lying on my bed dreaming about you
Do you ever feel it as much as I do?
Or you busy thinking of someone new?
So is it just me stays here like a screw?
Reading our old message
Throw it in the garbage
Tryna get out of this maze

I guess you are happy

The way that I wish... I am

Minggu, 06 September 2020

Mekar

  Sekuntum bunga itu hendak mekar ketika seseorang meneriakinya. Waktu itu pagi hari yang indah dan tenang bagi si bunga. Banyaknya yang mendukung untuk mekar membuat bunga terus mendongak. Kebahagiaan itu membuatnya lupa dengan sekitarnya. Bunga kecil itu lupa, ia tidak tumbuh di lingkungan yang seindah teman-temannya. Kelopak yang ia coba buka satu persatu terasa berat. Rasa sakit mengalir di setiap pembuluh tubuhnya. Teman-temannya terus menyemangati dengan omong kosong yang ia telan mentah-mentah. 


  Sekuntum bunga itu hendak mekar ketika seseorang meneriakinya. Orang itu berada dekat dengan si bunga dan meneriaki tepat di samping kelopak pertama yang akan mekar. Suara kerasnya diterima kelopak bunga dengan guncangan hebat. Guncangan yang membuat kelopak lain takut. Mereka saling berpelukan dan mengajak kelopak pertama untuk kembali kuncup. Bunga kecil itu kembali kuncup dalam ketakutan. Tiada yang tahu kapan ia akan kembali mekar, atau akan kuncup selamanya, membusuk.