Sekuntum bunga itu hendak mekar ketika seseorang meneriakinya. Waktu itu pagi hari yang indah dan tenang bagi si bunga. Banyaknya yang mendukung untuk mekar membuat bunga terus mendongak. Kebahagiaan itu membuatnya lupa dengan sekitarnya. Bunga kecil itu lupa, ia tidak tumbuh di lingkungan yang seindah teman-temannya. Kelopak yang ia coba buka satu persatu terasa berat. Rasa sakit mengalir di setiap pembuluh tubuhnya. Teman-temannya terus menyemangati dengan omong kosong yang ia telan mentah-mentah.
Sekuntum bunga itu hendak mekar ketika seseorang meneriakinya. Orang itu berada dekat dengan si bunga dan meneriaki tepat di samping kelopak pertama yang akan mekar. Suara kerasnya diterima kelopak bunga dengan guncangan hebat. Guncangan yang membuat kelopak lain takut. Mereka saling berpelukan dan mengajak kelopak pertama untuk kembali kuncup. Bunga kecil itu kembali kuncup dalam ketakutan. Tiada yang tahu kapan ia akan kembali mekar, atau akan kuncup selamanya, membusuk.