Rabu, 20 Desember 2017

Mengertilah, Kak.

Ia diam di sana, tidak berniat maju ataupun mundur. Mengertilah, Kak. Jika engkau berpikir ia bodoh karena tidak inginkan mundur, mengertilah. Jika engkau berpikir ia payah karena tidak mau kan berjuang lagi, mengertilah. Gadis yang sedang dilanda virus merah jambu tidak sepintar itu dalam urusan ini. Meski trigonometri dan elektrolisis dapat ia selesaikan, belum tentu masalah cinta dapat ia usaikan. Mengertilah, Kak. Terkadang ego dan rasa bertengkar di pinggir hati. Terkadang indah hanya terbuang dalam kenang sedang sedih berlarut-larut tak ingin pergi. Untuk pikirkan itu saja enggan, bagaimana akan memilih? Mengertilah, Kak. Semua tidak sesederhana yang engkau pikirkan.


#NaungResah

Senin, 25 September 2017

Hujan Pertama di Bulan September

Aku melihatmu, cintaku. Di bawah hujan pertama pada bulan September. Kamu membawa sebuah payung berwarna hitam dengan sebuah ransel di punggung. Secarik kertas engkau bawa dengan tangan kirimu, serta ada origami kecil yang kamu genggam. Kamu membuang origami itu di genangan air yang dekat denganmu. Beserta secarik kertas yang kau lipat dan masuk ke dalamnya

Aku berlari menerobos hujan pertama di bulan September. Hanya ingin mengambil origami biru cantik milikmu. Berharga bagiku semua yang ada pada dirimu, termasuk origami ini. Aku buka perlahan secarik kertas yang telah lusuh dengan hujan. Dan aku menangis tak terlihat tertutup hujan.

"Kamu
cintaku
tertutup awan kelabu
menjauh meninggalkan pilu
Walau ada gadis beribu
Termasuk yang memungut origami biru
Aku tetap inginkan kamu."

Ah, aku bodoh.

#NaungResah

Sabtu, 23 September 2017

Surat Izin untuk Pergi

Aku pergi
Izinkan aku mengucap izin
Dengan setia yang ku genggam kemarin
Aku pergi
Karena yang ada hanyalah pilu
Serta hasrat yang membelenggu
Aku pergi
Bersama mimpi yang kau beri
Juga aksara yang menusuk hati
Aku pergi
Karena cintamu hanyalah angan
Selalu melukis ilusi dan bayangan
Memeluk sakit seakan berkawan
Hanya bermodal hati dan perasaan
Aku pergi,
Cinta yang batal
Selamat tinggal...

#NaungResah

Rabu, 20 September 2017

Aksara tentang Rindu

Rinduku tak bisa berkata
Hanya berbentuk aksara yang melayang ke udara
Bermetamorfosa menjadi fatamorgana
Tertuang dalam suatu cerita
Berbicara berbisik tentang cinta
Menyayat nyata sebuah rasa
Jika talamus bisa tercapai pena
Akankah kata rinduku terdera?


#NaungResah