Jumat, 10 Desember 2021

Kenang Malam

Selamat malam dingin

Dari hangat yang tersisa oleh kata

Dan buih yang mendidih di ujung peluk
Sirna seiring angin yang melepasmu
Ada nafas yang bersatu dengan udara
Pada jalan-jalan kota
Tempat yang pernah ada kita

Lampu jalan berpijar
Menyorot langkah yang semakin pudar
Jauh dimakan waktu
Waktu dimakan kisruh
Antar aku dan noda jejak sepatumu
Sama merekatnya pada titik nol kota ini

Serobek tawa oleh canda menggenang
Memotret kamu dalam kenang

Hampa yang tersisa menghamba
Dalam setiap puisi terus melapuk
Diputarnya kita sebagai ilusi
Berpayung mantra untuk kembali

Bodoh
Bodoh yang diam-diam aku kehendaki dalam amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar